Big Brother Complex
Written on Friday, February 08, 2008 9:33 PM
Pertama kali gue ngeliat judul TeenLit ini, gue langsung tertarik... karena "dulu" gue termasuk pengidap BBC (baca: Big Brother Complex).
Kenapa gue bisa kena BBC? Itu karena keinginan gue untuk punya kakak cowok. Kenapa gue bisa sampai ingin punya kakak cowok? Kayanya sih gara2 gue kebanyakan baca komik yang tokohnya punya banyak kakak cowok yang sangat memanjakan dan menyayangi dia. Hehehe... Rasanya kok asyik kalau punya kakak cowok gitu.
Nah, langsung aja gue ambil tuh teenlit dari raknya dan gue baca bagian belakang buku untuk mengira-ngira seperti apa cerita teenlit ini.
Sudah lama Monique pengin punya abang. Maka saat bertemu Rich--- cowok ganteng yang menurutnya "sempurna", Monique alias Nikki langsung menodong Rich jadi abangnya.
Saking percayanya pada Rich, Nikki bercerita tentang cowok yang ia taksir --- Nathaniel.
Sayangnya Rich langsung menyebarkannya, tanpa sadar bahwa Nikki memang serius, bukan sekedar mengidolakan Nathan yang penyanyi terkenal itu!
Nikki yang dipanggil "dukun palsu" karena gemar mengenakan pakaian hitam dan meramal menggunakan Tarot jadi kesal. Banyak yang meledeknya karena berani naksir Nathan.
Saat Nathan memintanya jadi pacarnya, Nikki langsung setuju. Semenjak pacaran dengan Nathan, Nikki menjadi lebih modis dan "gaul". Dia bahkan diterima dalam geng cewek-cewek populer di sekolahnya, hal yang ia idam-idamkan sejak dulu.
Apa Nikki puas menjadi cewek ngetop walaupun dengan risiko kehilangan sahabatnya, Savitri, dan Rich? Apa berpacaran dengan Nathan bisa membuat Nikki sembuh dari Big Brother Complex-nya? Baca dan temukan sendiri jawabannya!
Memang Teenlit ini temanya sangat sederhana dan buat gue agak terlalu mudah ditebak. Tapi nilai-nilai yang ada di dalam cerita ini cukup bagus lho.
Seringkali, kita sebagai cewek, mati-matian berusaha menjadi "orang lain" demi menyenangkan orang yang kita sayangi. Tanpa menyadari bahwa "diri kita" perlahan-lahan tenggelam dalam kepalsuan yang menyiksa. Memaksakan diri menggunakan barang yang "bukan gue banget"... supaya bisa diterima oleh sekeliling kita, memaksakan diri menggunakan high heels yang cuma bikin kaki sakit hanya karena si doi suka cewek yang pakai high heels, mencampakkan sahabat kita karena orang-orang menganggap dia bukan teman yang cocok untuk bergaul denganmu... dll...
Mencoba menjadi lebih baik bukan sebuah kesalahan, tapi akan menjadi kesalahan saat diri kita yang sebenarnya jadi hilang karenanya.
Siapapun dirimu, banggalah! Tak peduli apa kata dunia tentangmu, hanya kamu dan Tuhan yang tahu bahwa dirimu unik dan berharga. Gali apa yang menjadi nilai plus-mu--- tonjolkan itu, jangan berusaha menjadi orang lain, tapi jadilah dirimu sendiri.
Saking percayanya pada Rich, Nikki bercerita tentang cowok yang ia taksir --- Nathaniel.
Sayangnya Rich langsung menyebarkannya, tanpa sadar bahwa Nikki memang serius, bukan sekedar mengidolakan Nathan yang penyanyi terkenal itu!
Nikki yang dipanggil "dukun palsu" karena gemar mengenakan pakaian hitam dan meramal menggunakan Tarot jadi kesal. Banyak yang meledeknya karena berani naksir Nathan.
Saat Nathan memintanya jadi pacarnya, Nikki langsung setuju. Semenjak pacaran dengan Nathan, Nikki menjadi lebih modis dan "gaul". Dia bahkan diterima dalam geng cewek-cewek populer di sekolahnya, hal yang ia idam-idamkan sejak dulu.
Apa Nikki puas menjadi cewek ngetop walaupun dengan risiko kehilangan sahabatnya, Savitri, dan Rich? Apa berpacaran dengan Nathan bisa membuat Nikki sembuh dari Big Brother Complex-nya? Baca dan temukan sendiri jawabannya!
Memang Teenlit ini temanya sangat sederhana dan buat gue agak terlalu mudah ditebak. Tapi nilai-nilai yang ada di dalam cerita ini cukup bagus lho.
Seringkali, kita sebagai cewek, mati-matian berusaha menjadi "orang lain" demi menyenangkan orang yang kita sayangi. Tanpa menyadari bahwa "diri kita" perlahan-lahan tenggelam dalam kepalsuan yang menyiksa. Memaksakan diri menggunakan barang yang "bukan gue banget"... supaya bisa diterima oleh sekeliling kita, memaksakan diri menggunakan high heels yang cuma bikin kaki sakit hanya karena si doi suka cewek yang pakai high heels, mencampakkan sahabat kita karena orang-orang menganggap dia bukan teman yang cocok untuk bergaul denganmu... dll...
Mencoba menjadi lebih baik bukan sebuah kesalahan, tapi akan menjadi kesalahan saat diri kita yang sebenarnya jadi hilang karenanya.
Siapapun dirimu, banggalah! Tak peduli apa kata dunia tentangmu, hanya kamu dan Tuhan yang tahu bahwa dirimu unik dan berharga. Gali apa yang menjadi nilai plus-mu--- tonjolkan itu, jangan berusaha menjadi orang lain, tapi jadilah dirimu sendiri.